Serupa Tapi Tak Sama (part 1)
Setiap model kendaraan dapat mempunyai kapasitas dan kode mesin serta tahun pembuatan yang berbeda-beda, oleh karena itu setiap model mesin mempunyai kebutuhan akan busi yang berbeda-beda juga. Perbedaan dari berbagai macam busi dapat dilihat secara fisik yaitu dari bentuk dan ukuran disertai diameter ulir dan jangkauan, tipe projection, dan jenis materialnya. Sedangkan untuk fitur ada kendaraan yang perlu memakai tipe resistor dan ada juga yang tidak. Spesifikasi tersebut bertujuan agar setiap engine beroperasi dengan maksimal.
Penggunaan busi dengan panjang ulir yang salah akan berakibat fatal pada kinerja mesin. Ulir yang terlalu panjang akan menyebabkan piston menabrak busi dan valve akan rusak sehingga mesin akan gagal beroperasi. Begitupun sebaliknya busi yang terlalu pendek akan menghasilkan kinerja pengapian busi yang tidak maksimal.
Selain itu busi juga memiliki tipe projection yang mampu menghasilkan sistem pengapian yang lebih baik, dengan ciri hidung insulator yang lebih panjang dari busi biasanya, memiliki resiko adanya kejutan panas yang diterima yang dapat menyebabkan ground elektroda berpotensi kepanasan (overheating). Oleh sebab itu tipe projection harus disesuaikan dengan karakter mesin yang digunakan.
Untuk beberapa kendaraan yang membutuhkan pengapian yang lebih baik, busi dengan logam mulia (platinum dan iridium) sangat cocok digunakan dibandingkan dengan tipe standar yang berbahan nikel. Dengan kata lain, apabila busi bawaan pabriknya sudah menggunakan tipe logam mulia, NGK tidak menganjurkan untuk kembali ke tipe standar yang jelas berbeda dalam pengapiannya. Pengapian yang tidak tepat akan mengakibatkan urutan langkah pembakaran menjadi tidak sempurna, hasilnya bahan bakar yang tidak terbakar dengan sempurna akan keluar melalui sistem pembuangan dan akan mengakibatkan efek negatif secara berkala pada sistem sensor yang akan menaikkan tingkat emisi gas buang menjadi tinggi.

Setiap busi memiliki nilai resistor yang berbeda-beda tergantung pada spesifikasi kendaraan dan jenis engine yang digunakan. Contoh businya adalah busi tanpa resistor, busi dengan resistor dan busi dengan induktif resistor. Kendaraan yang sudah menggunakan sistem elektronik sangat dianjurkan untuk menggunakan busi dengan tipe resistor agar tidak mengalami kerusakan ataupun gangguan sistem elektronik yang berkerja pada kendaraan tersebut.
NGK busi memiliki banyak sekali variasi pilihan produk busi, tiap busi memiliki karakteristik dan fungsi yang berbeda-beda sesuai dengan spesifikasi dan karakter mesin pula. Beberapa busi terlihat mirip bahkan sama namun pada dasarnya tidak bisa saling menggantikan dengan kendaraan lain apabila tidak sesuai dengan karakter mesinnya. Banyak hal yang diperhitungkan dalam menentukan tipe busi pada saat mesin tersebut dibuat, tidak semua tipe busi adalah sama namun perlu diperhatikan dalam pemilihan yang sesuai dengan spesifikasi mesin yang akan digunakan. Serupa tapi tak sama.
Oleh: Technical support PT NGK Busi Indonesia
Next Stories
Rayakan 40th HUT, NGK Busi Lakukan Kegiatan CSR
Umur 40 adalah umur yang bisa dibilang matang dan mapan, berdasarkan teori orang Indonesia pada umumnya. Begitupun juga produsen busi kendaraan bermot...
NGK Busi Turut Hadir Memeriahkan Jakarta Fair 2017
NGK Busi Turut Hadir Memeriahkan Jakarta Fair 2017. NGK Busi turut memeriahkan ajang Ulang Tahun Jakarta (Jakarta Fair 2017) yang berlangsung di JiEXP...
50 Komunitas Motor Meriahkan Nobar MotoGP NGK Busi di Pekanbaru
Produsen bus kendaraan bermotor, PT NGK Busi Indonesia, menggelar acara nonton bareng MotoGP, Minggu (11/6/2017) bareng sekitar 50 komunitas motor di...
Ratusan Mobil Banjiri Stadion Sumpah Pemuda
Ratusan mobil dari berbagai anggota komunitas yang ada diseluruh wilayah Lampung memadati halaman depan Stadion Sumpah Pemuda Wayhalim. Kedatangan mer...